Search

Memuat...

Jumat, 13 Agustus 2010

Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati?, Bisakah Penderita Sakit Maag Berpuasa?

SOLUSI PENYAKIT MAAG TANPA MENGOBATI?





Kebanyakan orang sudah kenal dengan sakit maag. Sehingga terkadang juga bisa mengantisipasinya bila terserang gejala penyakit ini. Dalam istilah kedokteran, penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia.

DAERAH LAMBUNG YANG TERKENA
Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang, orang dengan sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau uluhati, tepat di,bawah tulang dada.




Di lokasi lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut dikeluarkan beberapa cairan asam lambung untuk membantu proses penghancuran makanan.

ASAM LAMBUNG BERLEBIHAN
Terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya karena asam lambung yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat asam yang korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, di antaranya beberapa zat kimia, seperti alkohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa makanan atau minuman yang bersifat asam, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga akan memicu produksi asam lambung.

Faktor psikis atau kejiwaan seseorang bisa pula meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, penyakit maag juga bisa disebabkan infeksi bakteri tertentu, misalnya helicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi abnormal, yang akhirnya merangsang asam lambung. Gastritis juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan tertentu, misalnya ikan, coklat dan lain-lain.

KELUHAN DAN GEJALA
Pada awalnya, seseorang yang terserang penyakit ini mengabaikannya saja, yaitu rasa perih dan kembung di ulu hati. Kemudian berlanjut dengan mual disertai muntah. Pada saat ini, biasanya penderita baru menyadari sakitnya. Keadaan ini berlanjut dengan berkurangnya nafsu makan. Bila hal ini terus dibiarkan, akan berakibat semakin parah dan akhirnya asam lambung akan membuat luka-luka (ulkus) yang dikenal dengan tukak lambung. Muntah pun bisa disertai dengan darah.

Keadaan gastritis akut (mendadak) juga bisa terjadi pada anak-anak yang menelan zat-zat kimia korosif, misalnya asam dan basa kuat. Pada umnumnya zat ini terdapat pada cairan kebersihan rumah tangga maupun pestisida. Kerusakan akibat zat ini tidak hanya di lambung, tetapi juga di bibir, rongga mulut dan tenggorokan.

BAGAIMANA SOLUSINYA?
Bila penyakit maag ini sudah disadari oleh penderitanya, sebenarnya sangat mudah mengatasinya. Artinya, tidak dibiarkan berlanjut terus sehingga menjadi tukak lambung. Prinsip penangannannya adalah diet atau pengaturan makan. Jangan dibiarkan perut lama dalam keadaan kosong. Keadaan kosong ini bisa menyebabkan asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna atau digilas, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya.

Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari makanan berlemak, karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, tekstur makanan sebaiknya lembut (lunak).

Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman teh, kopi atau soft drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapi sedikit dengan frekuensi sering.

Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya diminum setelah makan dan tidak dalam keadaan kosong.

Bila disiplin dalam mengatur makan ini, insya Allah penyakit maag bisa membaik tanpa diobati. Seandainya perut masih melilit dan mual terus-menerus, maka obat-obatan untuk menetralkan asam lambung sangat membantu meringankan penderitaan. Misalnya, obat-obatan antasida. Bila dengan obat ini belum bisa teratasi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kadang kala diperlukan obat penenang untuk pengobatannya.

WASPADA BAGI WANITA HAMIL MUDA
Wanita saat hamil muda yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit maag, sangat beresiko kambuh, apalagi saat mengidam.

Saat mengidam, terkadang ibu hamil muda tidak berselera makan, mual dan muntah (emesis gravidarum) akibat pengaruh hormone chorionic gonadotropin. Karena perut sering dalam keadaan kosong, maka sakit tidak bisa dihindari. Begitupun sebaliknya, penyakit maag yang diderita sebelumnya bisa memperburuk masa mengidam wanita hamil, yaitu mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Oleh karena itu hindari lebih dahulu makanan yang merangsang lambung. Selain itu tablet penambah darah sementara jangan dikonsumsi dulu, mengingat obat ini juga mengiritasi lambung.

PENCEGAHAN
Sangat mudah menghindari penyakit maag. Yaitu tidak makan dan minum pedas maupun asam secara berlebihan, pola makan seimbang (tidak berlebihan lemaknya), dan teratur. Hindari berlebihan minum kopi, teh, soft drink. Lebih aman dengan sering minum putih.

Namun demikian, seseorang bisa terserang sakit maag karena pengaruh ras, keturunan dan kebiasaan makannya. Mungkin saja orang dengan ras tertentu sudah terbiasa dengan makanan yang merangsang, tetapi tidak ada keluhan lambung, misalmya suku Minang.

Bagi yang sudah menderita penyakit maag berat, jika harus memakan makanan yang dikelola secara massal (bersama) –misalnya dalam asrama, instansi- hendaklah memperhatikan syarat makanan, seperti harus mudah dicerna, porsi makanan sedikit-sedikit tetapi sering, tidak merangsang lambung (misal pedas, asam, tekstur keras), dapat mengeluarkan cairan lambung dan dapat menetralkan kelebihan asam lambung.

Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang bisa mengurang resiko serangan sakit maag. Jadi hadapilah kegiatan sehari-hari dengan tenang dan berserah diri kepada Allah. Dan insya Allah, tidak hanya penyakit maag, penyakit lainpun bisa terhindar dari tubuh kita. Wallahu a'lam.

BISAKAH PENDERITA SAKIT MAAG BERPUASA?

Perut, khususnya lambung merupakan reservoir (penyimpan) makanan. Di dalam lambung ini makanan dan minuman diterima, kemudian digiling dan dicampur. Selesai mencampur dengan bantuan asam lambung, kemudian diteruskan ke usus 12 jari (duodenum), dan akhirnya lambung dikosongkan kembali.

Merupakan suatu pantangan bagi penderita sakit maag, apabila membiarkan perut lama dalam keadaan kosong. Lalu bagaimana bila lambung dikosongkan dalam sehari karena menjalankan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, apalagi selama satu bulan penuh? Mari kita simak ulasan berikut.

BEBERAPA PENCETUS PENYAKIT MAAG
Beberapa faktor pencetus maupun penyebab penyakit maag di antaranya :

1. Faktor Asam Lambung.
Lambung sebenarnya terlindungi oleh lapisan mukus. Tetapi oleh karena beberapa faktor iritan (zat yang merusak) dari makanan, minuman, obat-obatan tertentu, alkohol dan zat-zat lainnya yang merangsang masuk melalui mulut akan menimbulkan efek atau kelainan lapisan mukus tersebut serta difusi balik ion H+ (bersifat asam). Asam lambung ini, jika berlebihan akan merusak lapisan mukus lambung tadi.

Selain itu stress yang dialami seseorang juga bisa memicu kenaikan asam lambung. Stress dan kecemasan memegang peranan penting pula dalam peningkatan asam lambung, khususnya penderita maag tingkat lanjut, yaitu sudah terjadi luka atau borok di lambung maupun usus 12 jari (tukak peptik).
Pada beberapa keadaan, seseorang bisa terkena penyakit maag akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, misalnya gagal ginjal, luka bakar berat, liver atau penyakit berat lainnya. Kondisi penyakit maag yang timbul akibat mengalami stress dengan penyakit utamanya ini disebut Gastritis Akut Stress.

2. Refluks Cairan Empedu.
Jika mekanisme penutupan otot penghubung antara lambung dan usus 12 jari tidak bisa bekerja normal, maka bisa terjadi refluks (aliran balik) dari cairan empedu sehingga menimbulkan difusi balik ion H+.

3. Infeksi Kuman Helycobacter Pylori.
Infeksi kuman Helycobacter Pylori juga berperan penting dalam menimbulkan penyakit maag yang berat, yaitu borok (tukak) baik di lambung maupun di usus 12 jari. Meskipun kuman inipun juga berhubungan dengan lingkungannya, yaitu asam lambung dan cairan empedu, kuman Helycobacter Pylori membentuk suatu zat (Cytokines Vacuolating) yang mempunyai efek toksik langsung pada sel epitel di lapisan mukosa.

GAMBARAN KLINIS PENDERITA MAAG
Gejala dan tanda-tanda penyakit maag, sebenarnya sudah diulas sekilas di edisi sebelumnya, namun akan lebih terinci lagi dalam uraian berikut ini.

Secara umum ada beberapa keluhan penderita maag, seperti mual, kembung, nyeri ulu hati, perih melilit, sering bersendawa, rasa terbakar, rasa penuh di ulu hati atau cepat merasa kenyang dan terkadang disertai muntah-muntah. Karena merasa kenyang terus, otomatis nafsu makan menjadi berkurang, dan akibatnya berat badan semakin menurun.

Apabila lambung maupun usus 12 jari sudah timbul borok (tukak), akan memperlihatkan gambaran luka-luka yang bisa disertai perdarahan. Gambaran ini bisa diperlihatkan melalui pemeriksaan endoskopi (peneropongan) lambung lewat alat yang dimasukkan mulut. Dengan pemeriksaan ini, dapat sekaligus bisa membuktikan adanya kuman Helycobacter Pylori.

Tukak yang terjadi pada usus 12 jari akan dirasakan penderita dengan nyeri yang hebat, sehingga dapat membangunkannya saat tengah malam. Tetapi rasa sakit ini bisa hilang setelah penderita makan dan minum obat penetral asam lambung (antasida) walau hanya sementara. Sebaliknya pada tukak lambung, rasa sakit yang timbul justru setelah makan. Pada keadaan yang telah parah, perdarahan bisa menyertai penderita saat muntah dan buang air besar dengan warna kecoklatan.

PENDERITA SAKIT MAAG BOLEH BERPUASA
Bila dilihat beberapa pencetus sakit maag dan gejala yang ditimbulkannya, maka penderita sakit maag bisa dikategorikan menjadi dua golongan, yaitu yang bersifat non organik (fungsional) dan yang bersifat organik.

Stress psikis seseorang dan asupan makanan minuman yang iritatif akan menimbulkan gangguan yang bersifat non organik. Sedangkan adanya kuman Helycobacter Pylori akan menimbulkan kelainan yang sifatnya organik. Kuman ini diketahui sebagai penyebab terbesar dari tukak peptik.

Keadaan sakit maag yang bersifat non organik bisa menjadi organik, bila penyakitnya bertambah buruk dan menjadi luka. Kadang kedua sifat tersebut saling berhubungan. Maka penderita sakit maag yang non organik (fungsional) inilah yang justru dianjurkan berpuasa.

Berpuasa, bisa menyebabkan tenang, baik pikirannya ataupun emosinya. Jiwa yang tenang pada seseorang akan menekan kenaikan asam lambung serta memperbaiki sirkulasi darah, yang berakibat kondisinya semakin baik.
Lambung ibarat mesin penggiling. Kadang perlu diistirahatkan, supaya kondisinya tetap baik dan awet. Dengan puasa yang menahan makan dan minum masuk ke dalam lambung, berakibat otot-otot penggiling dari lambung istirahat, sehingga akan menjadi lebih baik setelah selesai berpuasa.

Bagaimana dengan asam lambung yang dikeluarkan, apakah akan menggilas lapisan mukosa lambung?

Pada saat tidak berpuasa, tiap 3-4 jam lambung dikosongkan, selanjutnya seseorang akan merasakan lapar akibat rangsangan asam lambung. Jika kemudian diisi makanan, maka asam lambung akan bekerja kembali. Demikian rutinitas sehari-hari kerja lambung.

Pada orang yang berpuasa, dalam waktu 12-14 jam perut kosong tak ada makanan ataupun minuman, maka asam lambung pun tak akan terpacu lebih banyak untuk dikeluarkan. Jadi terjadi umpan balik negatif. Juga pada penderita sakit maag komplikasi stress ( Gastritis Akut Stress) bila penyakit utama tidak kambuh atau dalam tahap penyembuhan, maka dianjurkan berpuasa kecuali ada anjuran tertentu dari dokter.

MENCOBA BERPUASA BAGI PENDERITA SAKIT MAAG BERAT
Penderta sakit maag lanjut atau dengan riwayat pernah terjadi perdarahan saat muntah atau buang air besar, atau tipe organik yang diketahui dari endoskopi kondisi lambungnya penuh luka (lecet-lecet), maka harus dipertimbangkan terlebih dahulu untuk berpuasa dengan melihat kekuatan fisiknya.

Jika penderita sedang dalam perawatan dan pengobatan, maka dianjurkan untuk tidak berpuasa. Tetapi saat kondisi penyakit membaik, maka bisa dicoba terlebih dahulu dengan ketentuan program terapi bisa diganti pada malam hari. Meski diperbolehkan mengqadha` puasa pada hari lain dan tidak memberatkan, penderita sakit maag bisa mencobanya berpuasa, karena suasana berpuasa di bulan Ramadhan memang terasa lebih ringan dan nyaman. Demikian pula bagi ibu hamil muda dengan riwayat sakit maag boleh berpuasa dengan syarat kebutuhan kalori perharinya bisa terpenuhi saat malam hari, kecuali mereka yang dengan gejala muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum).

MEMPERHATIKAN DIET
Untuk lebih menjaga fisik penderita sakit maag dan mencegah kekambuhan, maka perlu diperhatikan jenis makanan yang boleh maupun yang harus dihindari. Makanan yang diperbolehkan dikonsumsi di antaranya: beras dimasak lunak, kentang rebus, biskuit, daging sapi tak bergemuk, hati, ikan, telur direbus atau didadar, susu, keju, tahu tempe direbus, santan encer, mentega, sayuran muda yang kurang serat dan tidak menimbulkan gas, seperti bayam, buncis, kacang panjang, labu siam, wortel, pepaya, pisang masak, apel, jambu biji. Teh dan kopi encer, sirup, sari buah, garam kecap, terasi, seledri, bawang merah dalam jumlah terbatas.

Adapun makanan yang tidak diperbolehkan antara lain : ketan, jagung, ubi, daging bergemuk, daging kambing, ikan yang diawetkan, kacang tanah, kacang tolo, kacang merah, santan kental, goreng-gorengan, sayuran mentah, kol, kembang kol, sawi kangkung, oyong, daun ubi, daun kacang, buah-buah segar dan mentah, buah yang dikeringkan manisan dan asinan buah, minuman bersoda, kopi dan teh pekat, bumbu-bumbu yang tajam, misalnya cuka, merica, cabe.

PENUTUP
Ibarat sebuah mesin, organ tubuh manusia membutuhkan istirahat. Dengan berpuasa ternyata akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih baik (sehat). Demikian pula khususnya bagi penderita sakit maag dengan pemicu kejiwaan maupun kenaikan asam lambung, insya Allah harapan kesembuhan akan lebih besar dengan berpuasa. Adapun penderita sakit maag berat atau tukak peptik, dianjurkan untuk tidak berpuasa, tetapi boleh mencoba terlebih dahulu.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Hanya Allah sajalah yang mengetahui tentang seluk-beluk diri manusia, sehingga kita meyakini, bahwa Allah benar-benar melindungi tubuh kita kerena ketaatan kita dalam menjalankan perintah-perintahNya.
Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 6, 7-8/Tahun X/1427/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

0 komentar:

Poskan Komentar